Wujudkan Pelayanan Prima, BRMP Riau Gelar FKP- Public Hearing Bahas Standar Pelayanan Publik
BRMP Riau menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) yang menghadirkan Biro OSDMA Kementan, Skretariat BRMP Kementan, Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Riau dan Ketua Komisi Informasi Provinsi Riau sebagai narasumber. Kegiatan diselenggarakan secara hybrid di aula BRMP Riau dan melalui zoom meeting pada Rabu (18/08/2026).
Hadir dalam kegiatan FKP sebanyak 150 pengguna pelayanan BRMP Riau dari unsur petani, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), penangkar benih, akademisi (FMIPA UNRI, Fakultas Pertanian UNRI, UIR, UIN, PCR Riau), stakeholder (Dinas lingkup Provinsi, Dinas Kabupaten, Dinas ESDM, BRIDA, Bolug, PT Pupuk Indonesia, Bumdes, BMKG, BSPJI, KLT BSN, UPT Perbenihan dan Sertifikasi Benih, Kapoksi dan Katimker Penyuluh BPPSDMP, BPPMT dan sekolah SMK), organisasi masyarakat dari Serikat Petani Indonesia Provinsi Riau , media massa (LPP RRI Pro 1 Pekanbaru, LPP TVRI, Riau TV) dan unsur disabilitas (sekolah luar biasa). Pelayanan BRMP Riau meliputi laboratorium pengujian, demplot, konsultasi/narasumber, bimbingan teknis, kunjungan, agoedukasi, magang/MBKM, perpustakaan, pendampingan SNI, kerjasama, UPBS, PKL, informasi dan dokumentasi.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Riau menyampaikan bahwa perubahan kelembagaan menjadi Balai Besar membawa mandat dan tanggung jawab yang semakin besar dalam mendukung penerapan modernisasi pertanian di Provinsi Riau. BRMP Riau memiliki peran dalam penerapan teknologi pertanian, penyediaan benih sumber, pendampingan, serta koordinasi penyuluhan pertanian. Saat ini, BRMP Riau mengoordinasikan sekitar 841 penyuluh dengan dukungan sekitar 65 pegawai internal. Dalam mendukung ketahanan pangan, BRMP Riau juga terus mendorong penerapan PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System) melalui efisiensi sumber daya, mekanisasi, intensifikasi, tanam rapat, pengelolaan berbasis korporasi, dan penerapan teknologi spesifik lokasi. Pelaksanaan PM-AAS di Riau ditargetkan mencapai sekitar 8.660 hektare dengan dukungan penyuluh dan berbagai pihak terkait.
Biro OSDMA Kementerian Pertanian dalam arahannya menekankan bahwa standar pelayanan harus disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan tugas serta fungsi BRMP Riau. Standar tersebut perlu memuat sejumlah komponen penting, antara lain dasar hukum, persyaratan, prosedur, jangka waktu, biaya atau tarif, produk layanan, sarana prasarana, kompetensi pelaksana, jaminan keamanan, serta mekanisme pengaduan. Rancangan standar pelayanan juga perlu dipublikasikan selama lima hari dan dilanjutkan dengan masa pemberian masukan atau uji publik selama tujuh hari kerja.
Dalam sambutannya, BRMP Kementerian Pertanian menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Forum Konsultasi Publik BRMP Riau. Pelaksanaan FKP dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan pelayanan yang diberikan BRMP Riau terus berkembang dan mampu merespons kebutuhan masyarakat serta pengguna layanan.
Sementara itu, Ombudsman RI menekankan pentingnya melibatkan pengguna layanan secara langsung dalam penyusunan standar pelayanan. Pelayanan publik diharapkan mampu memberikan kepastian atas hak masyarakat serta menjamin layanan yang mudah, cepat, terukur, transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Komisi Informasi Provinsi Riau memberikan apresiasi terhadap pengelolaan keterbukaan informasi BRMP Riau, termasuk keberadaan PPID, ruang layanan informasi, website, media sosial, dan inovasi digital. Namun, informasi berkala dinilai perlu terus diperbarui dan akses informasi perlu memperhatikan masyarakat yang belum memiliki kemampuan literasi digital. Dalam hal ini, penyuluh diharapkan dapat menjadi penghubung informasi antara BRMP Riau dengan petani.
Forum Konsultasi Publik mendapat respons positif dari para peserta yang menyampaikan berbagai apresiasi, saran untuk perbaikan layanan BRMP Riau. Antara lain perlunya memperjelas sistem, mekanisme, dan prosedur. Dari unsur produk layanan dan belum ada rincian biaya tarif untuk layanan perbenihan/perbibitan.
Berbagai masukan tersebut menunjukkan tingginya perhatian dan dukungan terhadap upaya BRMP Riau dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Peserta menilai bahwa ruang konsultasi seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi antara BRMP Riau dengan masyarakat serta pengguna layanan. Seluruh gagasan yang disampaikan menjadi bahan yang berharga untuk memperkuat inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas layanan BRMP Riau semakin baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.